Vagina Berdarah Sehabis Berhubungan, Ini Solusinya

Ketika vagina berdarah sehabis berhubungan, maka ada beberapa faktor penyebab yang perlu Anda perhatikan agar hal tersebut tidak terulang kembali. Hubungan seksual tentu tidak lepas dari proses pergesekan antara vagina dan penis, apabila proses tersebut tidak terbantu oleh cairan yang cukup untuk lubrikasi, maka kejadian vagina berdarah sehabis berhubungan bisa terjadi.

vagina berdarah saat berhubungan

Vagina berdarah sehabis berhubungan apabila tidak berlebihan memang tidak berbahaya, tetapi hal tersebut bisa saja mengganggu kenyamanan, mungkin bagi sebagian orang.

Solusi mencegah vagina berdarah sehabis berhubungan

Supaya hubungan intim suami istri tidak terganggu oleh masalah vagina berdarah sehabis berhubungan, berikut adalah beberapa tips untuk mengatasinya.

1. Apa penyebab vagina berdarah

Hal ini memang bukan solusi langsung mengatasi vagina berdarah saat berhubungan, tapi setidaknya dengan mengetahui penyebabnya maka Anda bisa menemukan solusi untuk mengatasinya.

Ada beberapa problem kesehatan wanita yang bisa menjadi penyebab terjadinya vagina berdarah sehabis berhubungan, antara lain infeksi vagina, luka pada vagina, vagina kering, polip vagina, endometriosis serta kanker.

Biasanya dokter akan menyarankan dilakukan pemeriksaan pada vagina dan serviks, melakukan USG, pap smear, atau pemeriksaan lebih lanjut bila terindikasi kanker.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mempermudah proses diagnosis.

  • Kapan awal mula Anda mulai mengalami perdarahan?
  • Apakah Anda melakukan hubungan seksual dengan cara yang aman?
  • Apakah perdarahan selalu disertai rasa sakit?
  • Apakah organ intim Anda selalu berdarah setelah berhubungan intim atau hanya pada saat tertentu setiap bulannya?
  • Apakah Anda mengalami perdarahan di luar masa haid?

2. Gunakan lubrikan saat berhubungan seksual

Penggunaan cairan pelumas atau lubrikan saat berhubungan intim bisa mengurangi resiko gesekan yang terlalu keras pada vagina, lubrikan berfungsi untuk meningkatkan kelembapan serta bisa mengembalikan keasaman vagina sehingga kondisinya ideal untuk berhubungan intim.

Hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih lubrikan, hindari lubrikan yang mengandung paraben atau propylene glycol. Sangat disarankan Anda sebaiknya menggunakan lubrikan yang berbahan dasar air atau silikon.

3. Wanita menopause jalani terapi estrogen

Menopause merupakan kodrat alami bagi seorang wanita, tidak ada yang bisa menghindarinya. Menopause akan menimbulkan berbagai efek pada kondisi tubuh wanita, diantaranya menyebabkan vagina kering. Sehingga vagina dapat berdarah sehabis berhubungan intim. Wanita dalam masa menopause sebenarnya dapat memilih untuk menjalani terapi hormon estrogen.

Banyak produk-produk terapi hormon estrogen yang bisa dipilih, umumnya berbentuk krim vagina, ring vagina, atau produk yang digunakan secara oral. Meski demikian, terapi estrogen yang dilakukan dalam jangka waktu lama memiliki efek samping sehingga Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum menjalaninya.

4. Tips mengatasi vagina berdarah sehabis berhubungan intim lainnya

Pada sebahagian wanita memiliki kondisi medis tertentu sehingga lebih rentan mengalami vagina berdarah setelah berhubungan intim. Bila Anda termasuk salah satunya, ada sejumlah tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi tingkat keparahan dari pendarahan vagina sehabis berhubungan, yaitu:

  • Cukupi kebutuhan cairan vagina, bisa menggunakan lubrikan
  • Jangan memakai produk perawatan wanita yang mengandung pewangi
  • Gunakan kondom saat berhubungan, karena kondom mengandung pelumas
  • Sebaiknya penetrasi penis terhadap vagina secara perlahan bila terasa sakit, sampaikan kepada pasangan bila terasa sakit
  • Jangan lakukan perilaku seksual agresif beragam gaya yang dapat memicu cedera
  • Biasakan lakukan foreplay dulu sebelum penetrasi
  • Konsumsi herbal kesehatan wanita yang teruji klinis bisa membantu

Bila kondisi Anda disebabkan karena faktor psikologis seperti rasa cemas dan takut, jangan ragu mengungkapkannya kepada pasangan. Diskusikan hal-hal yang Anda sukai dan tidak sukai agar aktivitas seksual bersama pasangan tidak menjadi suatu hal yang memicu kecemasan.

Periksakan ke dokter bila hal ini terjadi?

Sejatinya kejadian vagina berdarah sehabis berhubungan bukanlah hal yang menakutkan, beberapa orang justru merasa ini seperti saat berhubungan intim pertama kali atau kondisi perawan, tetapi bila tersa mengganggu dan berlebihan ini bisa saja merupakan gejala penyakit yang serius.

Sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter bila Anda juga mengalami gejala lain pada vagina seperti munculnya rasa gatal dan sensasi terbakar saat Anda buang air kecil atau berhubungan intim.

Patut diwaspadai pula ciri lain seperti nyeri pada perut dan punggung bagian bawah, keluarnya cairan dari vagina, keputihan berlebihan, nafsu makan berkurang, dan kulit pucat. Sejumlah penyakit pada organ intim juga dapat ditandai oleh gejala umum seperti rasa lelah, sakit kepala, mual dan muntah, serta penurunan nafsu makan.

Anda bisa mengatasi segala masalah kewanitaan termasuk vagina berdarah sehabis berhubungan dengan mengkonsumsi herbal kesehatan wanita GURAH V dan BIO AURA produk dari Denature Indonesia. Gurah V dan Bio Aura membantu mengatasi segala masalah kesehatan wanita, terbuat dari bahan alami herbal yang aman dikonsumsi, diolah menggunakan standar cara pembuatan obat yang baik, terbukti dengan Denature Indonesia sukses meraih sertifikat ISO 9001:2015, serta bersertifikat halal MUI.

sehat kewanitaan

Incoming search terms:

  • berdarah saat hubungan intim